Akhir-akhir ini, banyak sekolah yang bersaing secara ketat untuk memasuki era dunia pendidikan yang baru, yang mana pendidikan tidak hanya sebagai proses pemanusiaan manusia yang dilaksanakan secara biasa. Perkembangan teknologi informasi telah banyak mendukung kemajuan bidang pendidikan. Banyak kesulitan atau masalah yang dapat dipermudah atau diatasi dengan peran teknologi informasi. Seperti penyimpanan data, pengolah kata, pengolah data (spread sheet), keuangan, manajemen informasi, dan lain sebagainya. Namun, dengan keberadaan teknologi ini pula, tidak sedikit pula kerugian yang dialami institusi-institusi termasuk pendidikan yang disebabkan tidak berimbangnya cost yang dikeluarkan dengan benefit yang dihasilkan.Seperti penyediaan infrastruktur teknologi informasi - komputer, internet, jaringan, multimedia, website dan lain sebagainya - yang bernilai ratusan juta, tapi hasil yang diperoleh tidak memuaskan. Juga banyaknya perangkat yang ‘’IDLE’’ dikarenakan adanya ketidaksiapan sumber daya yang tersedia, sehingga tidak bisa mengoptimalkan resource yang ada. Oleh karena itu, diperlukan langkah kebijakan yang tepat, yang dapat menyeimbangkan infrastruktur yang ada dengan kemampuan sumber daya pelaksananya. Sehingga adanya infrastruktur tersebut, akan betul-betul dapat optimal dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada.
SMKN 1 Bengkalis sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah di Kabupaten Bengkalis terus berbenah dan berupa kearah yang lebih baik. Ini dibuktikan dengan berbagai sarana yang dimiliki. Istilah sekolah pintar atau smart school merupakan suatu konsep sekolah yang berbasis teknologi yang digunakan dalam proses belajar-mengajar di kelas. Penggunaan teknologi pendidikan mencakup suatu sistem terintegrasi yang membantu komunitas pendidikan dalam menjalankan fungsinya masing-masing dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik. Pada dasarnya, penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan adalah untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Cita cita ingin menjadikan SMKN 1 Bengkalis sebagai sekolah Pintar (SMART SCHOOL) bukan angan- angan belaka. Proses untuk mewujudkan cita –cita telah dimulai diantaranya SMKN 1 Bengkalis sudah melaksanakan Ujian Kompetensi Guru (UKG) online, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan untuk Ujian Semester Berbasis Komputer (USBK).
Tantangan kedepan bagi SMKN 1 Bengkalis memang besar tetapi itu semua dapat diatas apabila secara bersama disusun langkah-langkah strategis. Tantangan yang paling berat adalah merubah cara berpikir [mindset] guru maupun karyawan untuk menerima kemajuan. Sumber daya manusia tidak semuanya mampu/siap untuk menghadapi era teknologi sehingga ada yang menolak dengan alasan tidak paham/sulit/tidak mau belajar. Kemudian belum semua difasilitasi koneksi internet atau belum terbiasa dengan sistem e-learning dan e-assessment adalah contoh tantangan dalam membangun konsep sekolah pintar ini. Menurut Marwan & Sweeney, berhasil tidaknya integrasi teknologi pendidikan dalam kegiatan belajar - mengajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu perencanaan strategis, rasa memiliki, sumberdaya yang ada dan pengembangan profesional . Beberapa faktor yang mempengaruhi individu dalam menyikapi penggunaan teknologi yaitu keterbukaan terhadap teknologi, sikap guru, pengetahuan dan ketrampilan, dan waktu dan beban kerja guru. Jika salah satu faktor ini tidak mendukung atau tidak berjalan dengan baik maka berpotensi menghambat integrasi pembelajaran. (Abubakar et al., 2008; Marwan & Sweeney,2010). Selain itu, berhasil atau tidaknya implementasi penggunaan teknologi di sekolah juga berhubungan dengan perencanaan strategis, rasa memiliki, sumberdaya yang ada dan pengembangan profesional.
Sebagai contoh, program ‘‘Smart School’‘ di Malaysia perlu waktu untuk diimplementasikan sehubungan dengan proses sosialisasi di kalangan birokrasi dan perencanaan strategis departemen yang bersangkutan (Bajunid, 2008 ). Karakteristik lain yang menentukan suksesnya program Smart School di Malaysia adalah faktor kepala sekolah yang berkualitas (Puteh dan Vicziany, 2004) Kendala utama dalam aplikasi sekolah pintar di Indonesia terletak pada pembangunan dan penyediaan infrastruktur internet. Istilah Digital divide merujuk pada satu istilah yang menggambarkan adanya kesenjangan penggunaan teknologi internet antara si kaya dan si miskin, antara kulit putih dan kaum minoritas (Straubhaar et al, Media Now, 2012:12).
Untuk itu sekolah perlu melakukan langkah strategis terutama arah kebijakan bagi guru-guru untuk selalu mengembang potensi diri dalam pengembangan proses belajar mengajar agar dapat terukur dan terarah. Budaya kerja yang baik [disiplin, komitmen yang tinggi] sebagai syarat mutlak untuk cita-cita tersebut. Ditambah lagi dengan kelengkapan sarana prasarana(ruangan laboratorium, fasilitas lainnya] yang memadai menjadi factor penunjang kearah Smart School. Cita –cita untuk menjadikan SMKN 1 bengkalis SMART SCHOOL bukan hal mustahil jika didukung oleh seluruh elemen yang ada. Bravo SMK
Darsono ( Staf Pendidik SMKN1 Bengkalis )
Tag :
News,
Pendidikan

0 Komentar untuk "SMKN 1 Bengkalis menuju “ SMART SCHOOL”"