Pandangan Hidup Orang Melayu Yang Sesunguhnya

Sederhana dalam Penampilan Hidup
Kesederhanaan dalam penampilan hidup ini meliputi aspek lahiriah dan batiniah. Dalam pergaulan sehari-hari, orang melayu tidak suka berlebih-lebihan dalam hal penampilan lahiriah menyangkut materi (kebendaan) baik berkaitan dengan pakaian, perhiasan, kenderaaan, tempat tinggal dan lain sebagainya. 

Ia tidak mau dianggap oleh masyarakat pada umumnya bersikap "melewat" atau melampaui batas. Meskipun pada kenyataannya ia hidup dalam kemewahan. Bersikap "melewat" secara sosial identik dengan orang yang sombong (takabbur).

Demikian pula halnya dalam aspek batiniah; orang-orang melayu tidak meninggi perkataannya, cenderung bersikap rendah hati dan tidak menyombongkan diri. Mereka biasanya tidak mau menonjolkan diri meskipun secara pribadi mereka memiliki kelebihan dan kepandaian. 

Bagi mereka menonjolkan diri termasuk sifat yang kurang terpuji yang akan membuat banyak orang menilainya sebagai orang yang kurang baik. dan sebaliknya mereka akan dengan senang hati akan berbagi kelebihan dan kepandaian dengan orang lain jika sekiranya diminta terlebih dahulu.

Kesederhanaan orang-orang Melayu dalam penampilan hidup ini menggambarkan suatu sikap yang bijak dan mulia. Karena mereka menilai kemewahan dalam hal materi (kebendaan) bukan untuk dipamerkan di hadapan khalayak. Ianya pada hakekatnya pemberian Tuhan yang harus disyukuri. Sikap yang cenderung memamerkan kemewahan diyakini tidak akan mendatangkan keuntungan bagi dirinya malahan sebaliknya bisa mendatangkan mudharat. Demikian pula dalam hal kelebihan dan kepandaian yang dimiliki. Kelebihan dan kepandaian itu sepatutnya untuk dimanfaatkan dalam hal kebaikan bukan untuk dibangga-banggakan.

Sikap kesederhanaan dalam hidup ini menjadi benteng spiritual bagi orang-orang Melayu untuk tidak lupa diri dan tidak serakah dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan duniawi. Mereka akan berusaha mendapatkan materi (kebendaan) sekedarnya saja, tidak berlebih-lebihan. Sikap kesederhanaan itu juga mendorong orang-orang Melayu untuk bersikap hati-hati dalam pergaulan sosial. Mereka tidak mau mengalami keterasingan secara sosial yang membuat jatuh harkat dan martabatnya.

Orang-orang Melayu hidup menjujung tinggi marwah dan harga dirinya yang dengannya akan membuat mereka dihormati dan dihargai. Penghormatan dan pemuliaan itu dipandang sebagai sesuatu yang lebih bernilai daripada materi (kebendaan). Seolah-olah tidak ada artinya lagi hidup di atas dunia ini, meskipun bergelimangkan harta benda, sementara secara sosial sudah tidak lagi dihargai dan dihormati orang lain. tatkala itu keberadaannya di tengah-tengah masyarakat dianggap sudah tidak bernilai lagi. Oleh karena itu, orang-orang Melayu dalam hidup ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesederhanaan dalam berpenampilan. Wallah A’lam
Tag : Budaya
0 Komentar untuk "Pandangan Hidup Orang Melayu Yang Sesunguhnya"

Back To Top